Total Tayangan Laman

Senin, 17 Januari 2011

makalah administrasi pendidikan


KATA PENGANTAR


            Bismillahirrahmanirrahiem
                        Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-hamba-Nya yang telah menyelesaikan makalah ini dengan penuh perjuangan dan do’a, tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan menyelesaikannya dengan baik.
            Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Administrasi Pendidikan dan juga sebagai salah satu syarat mengikuti ujian akhir semester. Makalah ini akan membahas tentang “Kepala Sekolah Yang Efektif” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.
            Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.



                                                                                                Penulis;  





BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
            Kepala sekolah sebagai leader harus memberikan contoh yang baik dan memberikan bimbingan kepada setiap anggotanya di sekolah, masalah kemajuan dan kemunduran sekolah sangat bergantung berat kepada kemampuan kepala sekolah itu sendiri dalam mengelola sekolah. Sebagai supervisor, kepala sekolah mempunyai peran untuk memelihara program pengajaran dengan sebaik-baiknya agar visi dan misi sekolah tersebut bisa tercapai, dengan singkat dapat dirumuskan bahwa kepala sekolah harus berusaha agar semua potensi yang ada di sekolahnya, baik potensi yang ada pada unsur masnuia maupun yang ada pada alat, perlengkapan, keuangan dan sebagainya dapat tercapai dengan sebaik-baiknya pula.
            Untuk menjadi kepala sekolah yang baik, seorang kepala sekolah harus mengetahui fungsi dan perannya di sekolah seklaigus dapat melaksanakannya. Seorang kepala sekolah diantaranya harus bisa memonitor kemajuan pengajaran dan mengamati para guru pekerjaannya dalam kelas serta memberikan umpan balik setiap selesai pengamatannya.
            Hasil penelitian Michigan, Brookover, Beady, Clood Darsech Weitzer (1979) bahwa kepala sekolah yang baik harus mendukung dan mendorong guru untuk mendiskusikan perbaikan pengajaran dan sekolah dengannya. Karena kemajuan dan kemuduran sebuah lembaga sekolah bergantung kepada kepala sekolah, maka penulis merasa perlu untuk membahas tentang seorang kepala sekolah yang efektif.
1.2. Perumusan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang akan dibahas dibatasi pada masalah sebagai berikut :
1.      Definisi kepemimpinan pengajaran
2.      Kerja kepala sekolah
3.      Karakteristik kepala sekolah yang efektif
















BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Definisi Kepemimpinan Pengajaran
Menurut DeBevoise (1984) kepemimpinan pengajaran (instructional leadership) berarti kegiatan yang dilakukan kepala sekolah atau kegiatan yang di delegasikan kepada orang lain untuk memajukan pembelajaran siswa. Greenfield (1987) mendefinisikan kepemimpinan pengajaran sebagai tindakan yang dilakukan dengan maksud untuk pengembangan lingkungan kerja yang produktif dan memuaskan untuk dan kondisi pembelajaran serta yang dapat diharapkan oleh siswa.
Tiga gagasan mendasar yang mengaitkan peranan kepemimpinan pengajaran dari kepala sekolah dengan ciri dan tingkah laku kepala sekolah yang efektif :
1.      Kepala sekolah yang efektif memiliki dan memegang teguh visi atau image tentang apa yang akan dicapai.
2.      Visi ini menuntun kepala sekolah dalam mengelola dan memimpin sekolahnya.
3.      Kepala sekolah yang efektif memusatkan kegiatannya pada pengajaran dan kinerja (unjuk kerja) guru di kelas.
2.2. Kerja Kepala Sekolah
            Dalam sekolah yang sangat bagus dapat dijumpai kepala sekolah yang agresif, prfesional dan dinamis, tekun, menyediakan program-program pendidikan yang dianggap penting. Perbedaan antara sekolah yang bagus dengan sekolah yang biasa-biasa saja bergantung pada kepala sekolahnya.
            Kepemimpinan yang kuat dari kepala sekolah penting terhadap kesuksesan  dan inovasi sekolah. Namun demikian, kecenderungan baik yang terjadi adalah pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada guru. Guru makin lama makin diberi kuasa untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan kurikulum dan pengajaran, perencanaan dan pelaksanaan program, dan hal-hal yang lain. Peranan guru berubah : mereka dipandang sebagai tenaga ahli dan kepala sekolah sebagai manajer tenaga ahli.
            Disisi lain pemberian kuasa kepada guru itu kelihatanya dapat menimbulkan konflik antara kepemimpinan dimana terjadi pelimpahan kuasa dari kepala sekolah kepada guru. Namun demikian yang perlu diingat adalah bahwa kepala sekolah dan guru bekerja bersama-sama dalam rangka usaha perbaikan sekolah. Kepemimpinan adalah berbagi tugas bersama kepada siapa yang memiliki kompetensi untuk melakukan pekerjaan khusus (McClure, 1988). Kepala sekolah menyusun tahapan-tahapan dan memberdayakan guru-guru yang memiliki dedikasi untuk menerapkan agenda-agenda.  
            Kepala sekolah juga menciptakan iklim, menyusun tujuan-tujuan lingkup sekolah, menyediakan inservice training dalam rangka mengefektifkan keterampilan mengajar guru, membantu menerapkan program baru, dan memonitor hasil agar tercapai tujuan-tujuan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
            Kepala sekolah dapat melakukan langkah-langkah yang kongkrit untuk membantu pengembangan orientasi akademis, orientasi harapan yang tinggi, yang sebenarnya mencerminkan peran kepemimpinan pengajarannya.
2.3 Karakteristik Kepala Sekolah yang Efektif
            Kompleksan mutu pendidikan terjadi di seluruh negara termasuk indonesia. Berbagai variabel memperngaruhi mutu pendidikan. Variabel politik, ekonomi, kesehatan, sosial dan sistem pendidikan yang memiliki variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap mutu pendidikan baik pendidikan formal maupun informal. Variabel tersebut berkorelasi dengan mutu atau kualitas, teori kepemimpinan dan organisasi, peningkatan mutu pendidikan. Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang harus piawai dalam berkomunikasi dengan siswa, orang tua siswa, para guru, umum, tokoh masyarakat dan mass media.
            Adalah tidak mungkin memisahkan ciri kepala sekolah yang efektif dari sikapnya, harapannya adn tingkah lakunya. Kepala sekolah yang efektif memilki visi yang jelas mengenai sekolah mereka akan menjadi apa, yaitu visi yang memfokuskan pada siswa dan kebutuhannya.
            Visi kepala sekolah secara erat dan logis erat kaitannya dengan dua ciri utama sekolah yang efektif, suasana akademis sekolah (budaya/culture) dan harapan yang tinggi mengenai prestasi siswanya. Menurut Cohen (1983) kepala sekolah yag efektif menekankan prestasi yang tinggi dan menyatakan optimis mengenai kemampuan semua siswa untuk mencapai tujuan pengajaran. Senada dengan pendapat diatas, Blum (1984) menyatakan bahwa kepala sekolah yang efektif dan menetapkan staf bahwa pengajaran adalah alasan yang terpenting adalah siswa disekolah; bahwa siswa dapat belajar, dan bahwa sekolah membedakan antara yang sukses dan gagal.
            Rutherford (1985) mempertanyakan tentang kepala sekolah yang efektif dan tidak efektif, kepala sekolah yang efektif menjawab pertanyaan tentang apa visi anda untuk sekolah,harapan dan tujuan jangka panjang dengan tanpa ragu-ragu dan antusias menunjukan keyakinannya dalam mencari cara-cara untuk menemukan kebutuhan belajar siswa, meningkatkan nilai tes pada bidang-bidang tertentu dan sebagainya.
            Kepala sekolah dapat melakukan langkah-langkah yang konkrit untuk membantu pengembangan orientasi akademis, orientasi harapan yang tinggi, yang mencerminkan peran kepemimpinan pengajarannya. Terdapat beberapa kategori yang diambil dari penelitian dan pengamatan sekolah dan kepala sekolah yang efektif:
1.      Kepala sekolah dapat memainkan peranan yang akti dalam meningkatkan kesadaran perlunya perbaikan sekolah dan harapan prestasi dan lebih tinggi dan pencapaian konsensus untuk perubahan tersebut.
2.      Kepala sekolah dapat aktif dalam penciptaan perbaikan yang konkrit itu sendiri. Kepala sekolah juga dapat mendatangkan keter libatan orang tua dalam pengajaran sekolah.
3.       Kepala sekolah dapat memperoleh sumber-sumber material dan personal yang diperlukan untuk pengajaran yang efektif dan menggunakannya secara  kreatif sesuai dengan prioritas akademik.
4.      Tingkah laku sentral kepala sekolah yang efektif adalah monitoring perkembangan siswa, khususnya sperti tercermin dalam nilai tes tiap tingkatan, tiap kelas dan tiap siswa. Tindakan ini secara intrisik mencerminkan fokus dan nilai akademis.
Kepala sekolah yang efektif melakukan pendekatan masalah dari panadangan yang analitis, melihat hubungan sebab akibat yang mungkin memberikan sebab akibat, ciri-ciri kepala sekolah yang efektif adalah:
a.       Memiliki hasrat untuk memimpin dan bertindak dengan keberanian dan pertimbangan dalam situasi yang sulit.
b.      Tinggi dalam inisiatif dan panjang akal.
c.       Sangat berorientasi pada tujuan dan memiliki perasaan yeng tajam terhadap tujuan pengajaran dan organisasi.
d.      Memberi contoh yang baik dengan bekerja keras.
e.       Mengakui kekhususan guru dalam gayanya, sikap kemampuan/keterampilan dan orientasinya dan mendukung dan perbedaan gaya mengajarnya.
f.       Permintaan jadwal staf yang fleksibel.
g.      Memiliki kemampuan untuk membiarkan guru muncul sebagai pemimpin.
h.      Bersikap proaktif dari pada reaktif, bertanggungjawab terhadap pekerjaan.

           








BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Kepemimpinan pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan kepala sekolah atau kegiatan yang di delegasikan kepada orang lain untuk memajukan pembelajaran siswa. Kepala seoklah harus menangani nilai, harapan, penurunan lahan, staf dan dana, dan alat. Kerja harian kepala sekolah adalah memonitor aktifitas sekolah, sebagai juru bicara sekolah, menyemai informasi kepada staf, menangani gangguan dan mengalokasikan dana/sumber. Kerja kepala sekolah merupakan aktifitas yyang ditujukan untuk:
1.      Menjaga agar segala sesuatu berjalan dengan aman.
2.      Menangani atau menghindari konflik.
3.      Menyembuhkan luka.
4.      Mengawasi kerja orang lain.
5.      Menerapkan ide-ide pendidikan.
Karakteristik kepala sekolah yang efektif  adalah bahwa perhatian utama mereka adalah prestasi belajar siswa dan tidak hanya mendelegasikan tugas-tugas rutin kepada asisten. Ciri kepala sekolah yang efektif, umumnya menyangkut:
1.         Bakat dan keahlian dalam kepemimpinan.
2.         Kemampuan sosial (social skill).
3.         Kompetensi dan pengetahuan profesional.



DAFTAR PUSTAKA

Idris Jamaludin, Dr. (2007). Sekolah Efektif dan Guru Efektif, Yogyakarta: Suluh Press
Rahman, Dr dan Kawan-kawan. (2005). Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu pendidikan, Bandung: Alqaprint Jatinangor







1 komentar:

  1. Terima kasih sudah berbagi, saya mendapatkan informasi terkait administrasi kepala sekolah lengkapa disini http://gurukepsek.wordpress.com/
    Trims

    BalasHapus